Telinga Berdengung Menurut Jurnal Ilmiah

Telinga berdengung atau yang juga dikenal dengan istilah tinnitus adalah kondisi di mana seseorang merasakan suara yang tidak ada hubungannya dengan lingkungan sekitarnya. Kondisi ini bisa dirasakan oleh siapa saja dan tidak memandang usia. Beberapa penyebab umum dari telinga berdengung adalah masalah di telinga bagian dalam, gangguan saraf, dan juga masalah pada pembuluh darah.

Untuk memahami lebih lanjut tentang telinga berdengung, beberapa jurnal ilmiah telah dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab dan cara mengobatinya.

Penyebab Telinga Berdengung

Beberapa jurnal ilmiah menyebutkan bahwa telinga berdengung disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam. Hal ini dapat terjadi akibat penuaan, cedera pada telinga, atau paparan suara yang berlebihan. Paparan suara yang berlebihan dapat merusak sel-sel rambut di dalam telinga yang bertanggung jawab untuk mendeteksi suara dan mengirimkan sinyal ke otak.

Selain itu, beberapa jurnal ilmiah juga menunjukkan bahwa telinga berdengung dapat disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah di sekitar telinga atau pada saraf auditori. Kondisi seperti hipertensi, aterosklerosis, dan tumor di daerah kepala dan leher dapat memengaruhi aliran darah ke telinga dan menyebabkan telinga berdengung.

Faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami telinga berdengung termasuk usia lanjut, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

Cara Mengatasi Telinga Berdengung

Meskipun belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan telinga berdengung, ada beberapa cara yang dapat membantu mengatasi gejalanya. Beberapa jurnal ilmiah telah menguji berbagai metode pengobatan yang mungkin membantu mengurangi gejala telinga berdengung.

  1. Terapi perilaku kognitif Terapi perilaku kognitif dapat membantu mengurangi kecemasan yang mungkin disebabkan oleh telinga berdengung. Terapi ini melibatkan konseling dengan ahli psikologi atau terapis yang dilakukan untuk membantu seseorang mengatasi ketidaknyamanan dan kecemasan yang disebabkan oleh telinga berdengung.
  2. Obat-obatan Beberapa jenis obat-obatan dapat membantu mengurangi gejala telinga berdengung, seperti obat pereda nyeri, obat antidepresan, dan obat yang dapat meningkatkan aliran darah ke telinga. Namun, penggunaan obat-obatan harus dilakukan dengan hati-hati dan hanya di bawah pengawasan dokter.
  3. Terapi suara Terapi suara melibatkan penggunaan suara putih atau suara alam untuk membantu mengurangi kecemasan dan mengalihkan perhatian dari telinga

Dalam studi yang dilakukan oleh Hargrave dan Brandreth (2018), didapatkan hasil bahwa telinga berdengung merupakan masalah yang banyak terjadi pada populasi umum. Hargrave dan Brandreth juga menemukan bahwa prevalensi telinga berdengung lebih tinggi pada orang yang mengalami gangguan pendengaran dan memiliki riwayat paparan kebisingan.

Selain itu, penelitian lain oleh McCormack et al. (2016) menunjukkan bahwa stres juga dapat memperburuk telinga berdengung. Hal ini mungkin terkait dengan perubahan pada sistem saraf simpatis yang terjadi saat stres. Penelitian ini menyarankan agar penderita telinga berdengung juga melakukan manajemen stres untuk membantu mengurangi gejala.

Meskipun begitu, penelitian yang cukup terbatas pada pengobatan telinga berdengung. Salah satu pengobatan yang telah diuji cobakan adalah terapi Tinnitus Retraining Therapy (TRT). TRT merupakan terapi perilaku dan psikologis yang bertujuan untuk membantu pasien mengubah persepsi terhadap telinga berdengung dan mengurangi kecemasan yang terkait dengan gejala tersebut.

Penelitian oleh Henry et al. (2017) menunjukkan bahwa TRT dapat mengurangi intensitas dan keparahan telinga berdengung pada sebagian besar pasien yang menjalani terapi selama 18 bulan. Namun, terapi ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya.

Selain itu, beberapa produk obat telinga berdengung juga tersedia di pasaran. Namun, efektivitas produk ini masih kontroversial dan perlu diteliti lebih lanjut. Beberapa produk obat yang dapat ditemukan di pasaran adalah obat pereda rasa sakit seperti aspirin dan ibuprofen, obat penenang seperti benzodiazepin, dan obat anti-depresan.

Untuk mengurangi risiko terkena telinga berdengung, terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan, di antaranya:

  1. Hindari paparan kebisingan yang berlebihan. Gunakan alat pelindung telinga saat berada di lingkungan yang bising seperti konser musik atau tempat kerja yang berisik.
  2. Kelola stres. Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk membantu mengurangi stres yang dapat memperburuk gejala telinga berdengung.
  3. Jaga kesehatan telinga. Hindari memasukkan benda asing ke dalam telinga dan jangan membersihkan telinga dengan cara yang kasar.
  4. Hindari penggunaan obat yang dapat memperburuk telinga berdengung seperti aspirin, obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), dan antibiotik.
  5. Konsultasikan dengan dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT) jika mengalami gejala telinga berdengung yang persisten dan mengganggu.
  6. Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral seperti vitamin B12, magnesium, dan zat besi